Bahan denim atau biasa dikenal dengan bahan jeans merupakan salah satu bahan pakaian yang populer di dunia.
Bahan ini biasanya digunakan sebagai bahan celana atau atasan jaket.
Bahannya yang keras dan awet membuat jeans menjadi primadona.
Menurut sejarah, denim atau jeans pertama kali dikenakan oleh pekerja tambang di Amerika.
Pekerja tambang membutuhkan pakaian yang awet dan tidak perlu dicuci berulangkali.
Kemudian munculah celana dengan bahan denim atau jeans ini.
Denim adalah kain yang keras, dan sulit untuk dicuci berulang kali.
Meski begitu mencuci celana atau pakaian dengan bahan jeans ini tidak bisa sembarangan.
Sikutip dari First Cry, idealnya, mencuci celana jeans sebaiknya setelah memakainya minimal 10 kali.
Jika jeans Anda terlihat kotor atau berbau, Anda bisa mencucinya lebih awal dari itu.
Seberapa sering Anda perlu mencuci jeans dapat bergantung pada faktor-faktor seperti kotor atau berbau, bahan jeans, berapa kali Anda memakainya, dll
Lantas bagaiomana cara mencuci celana jeans ini supaya tidak luntur?
Mencuci celana denim favorit Anda dengan tangan Anda adalah cara terbaik untuk memperpanjang masa pakainya karena meminimalkan kerusakan yang dapat dilakukan oleh mesin cuci.
Jika Anda merawat jeans Anda dan menginginkannya seperti baru, Anda harus selalu mencucinya dengan tangan.
Mencuci tangan dan menjemur jins dapat memperpanjang umurnya.
Ini adalah cara terbaik dan paling lembut untuk mencuci jeans karena risiko munculnya lipatan yang tidak diinginkan di seluruh kain lebih kecil.
Cara mencuci jaket jeans yang benar supaya warnanya tidak pudar.iStock
Cara mencuci jaket jeans yang benar supaya warnanya tidak pudar.
Untuk mencuci celana jeans dengan tangan, Anda memerlukan hal-hal berikut:
- Jeans (untuk dicuci)
- Ember atau bak mandi
- Air
- Deterjen cair
